RADARJOGJA.CO.IDSempat dikabarkan gagal terlaksana, program bantuan sapi dari Kementerian Pertanian akhirnya turun. Semua tersebut dipastikan anggota DPR RI Siti Hediati Soeharto.

Dalam rangka melaksanakan tugas pengawasan atas pelaksanaan program pemerintah, anak mantan Presiden RI ke-2 ini mendatangi wilayah ujung timur Jogjakarta. Tepatnya Gunungkidul.

“Sebelumnya anggota kelompok ternak sempat khawatir bantuan sapi yang dijanjikan pusat terancam gagal. Hari ini (Rabu, 14/12) kita saksikan bantuan sapi tersebut telah dilaksanakan,” kata Siti Hediati Soeharto saat berkunjung ke Padukuhan Nglebak, Desa Katongan, Nglipar, Rabu (14/12).

[ad id=”36234″]
Ia mengakui, tidak semua kelompok ternak di Gunungkidul mendapat bantuan. Alasannya, keterbatasan anggaran pemerintah. Namun, saat dirinya diminta pemerintah merekomendasikan kelompok mana yang diprioritaskan, Titik mengaku siap.

Wakil Ketua Komisi IV ini melanjutkan, bekerja sama dengan Fraksi Golkar DPRD Provinsi DIJ, kabupaten dan dinas peternakan, akhirnya terpilih delapan kelompok ternak penerima bantuan tahun anggaran 2016.

“Kelompok ternak penerima bantuan tentu melalui proses seleksi dan verifikasi dari dinas peternakan kabupaten,” jelasnya.

Menurut Titik, pemberian bantuan sapi induk ini termasuk program peningkatan produksi ternak. Dengan begitu produksi sapi potong, populasi sapi potong dan skala usaha peternak dapat ditingkatkan.

“Saya berharap delapan kelompok penerima bantuan dapat membuktikan program ini baik dan perlu dilanjutkan dalam tahun-tahun mendapang,” ucapnya.

Anggota DPRD Provinsi DIJ Slamet mengatakan, program batuan sapi tentu tidak bisa lepas dari kendala. Ke depan, jika ada keluhan bisa segera disampaikan pada dinas perternakan atau wakil rakyat.

“Semoga bantuan ini mampu membangkitkan kemandirian ekonomi masyarakat,” kata Slamet.(gun/hes)