Wujud Rasa Bangga, Sekolah Adakan Nonton Bareng

Stanley Otniel Nagatan, siswa SMA Bruderan Purworejo berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Dia terpilih menjadi salah satu Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional. Sebagai wujud rasa bangga, teman-teman dan guru di sekolahnya mengadakan acara nonton bareng.

BUDI AGUNG, Purworejo
SUASANA berbeda terlihat di aula SMA Bruderan saat perayaan Hari Kemerdekaan, Rabu (17/8) lalu. Di panggung utama, tepat di bawah tulisan Sasana Langen Krida, terlihat kain berukuran besar yang gunakan sebagai layar. Para siswa dan guru sedang melihat siaran langsung upacara bendera Detik-Detik Prokla-masi di Istana Merdeka Jakarta yang ditayangkan salah satu televisi swasta
Ya, kemarin seluruh siswa dan guru secara khusus berkumpul untuk menyaksikan pengibaran bendera Merah Putih melalui layar kaca. Sebab, salah satu siswanya, Stanley Otniel Naga-tan, 16, yang duduk di kelas XI IPA menjadi salah satu personel Paskibraka Nasional. Kebanggaan jelas terlihat dari wajah teman-teman dan guru Stanley. Mereka ingin turut men-jadi saksi putra Purworejo itu menjadi salah satu Paskibraka Nasional.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan L. Gien S mengatakan, seluruh sekolah memang diliputi rasa bangga atas prestasi Stanley.

“Nobar (nonton bareng) ini se-bagai salah satu bentuk kebang-gaan sekolah atas perjuangan dan kerja keras Stanley yang mampu lolos di level kabupaten dan provinsi hingga terpilih di tingkat nasional,” ungkapnya.

Putra pasangan Suyanto, 44 dan alm. Rika Hendrawati yang be-ralamat di RT 3 RW 15 Kampung Plaosan, Kelurahan Baledono, Kecamatan/Kabupaten Purwo-rejo ini terpilih menjadi salah satu pasukan pengibar bendera. Proses panjang dilalui oleh Stan-ley, sebab dia harus mengikuti seleksi sejak duduk di bangku kelas X. Tidak sekadar penampi-lan fisik yang menawan, seorang pengibar juga dituntut memiliki kemampuan intelektual yang baik.

“Pemilihan duta kami di sekolah memang masih sederhana. Kami memantau Stanley saat dia duduk di bangku SMP. Kebetulan dia sekolah di yayasan yang sama. Dia menjadi mayoret untuk drum band SMP Bruderan,” katanya.

Menjadi duta sekolah, tidak disia-siakan oleh Stanley. Dia terus mengasah kemampuan dan prestasinya. Stanley bersama pe-serta didik dari SMAN 7 Pur worejo menjadi wakil Purworejo meng-ikuti seleksi tingkat Jawa Tengah.

Mengikuti serangkaian tes dan karantina, anak yang dikenal aktif dalam kegiatan gereja itu mampu lolos di tingkat Jawa Tengah ber-sama duta dari Cilacap, Kendal, dan Semarang.

Untuk memantau perkembangan Stanley selama berada di Jakarta, L. Gien mengaku berkomunikasi dengan Suyanto, sang ayah. Tidak jarang Suyanto datang ke sekolah untuk melaporkan perkembangan-nya di Jakarta.

“Kepastian Stanley lolos na-sional itu cukup istimewa ka-rena bertepatan dengan tanggal lahir sekaligus tanggal mening-galnya sang ibu yaitu tanggal 24 Juli,” katanya.

Ayah Stanley sendiri saat dilakukan pengibaran bendera berada di Jakarta karena mendapat undangan untuk menyaksikan secara langsung. Menurut L. Gien, Suyanto berangkat ke Jakarta tanggal 15 Agustus kemarin.

Kepala SMA Bruderan Waluya YB juga menyatakan rasa bangganya. Menurutnya, Stanley merupakan pribadi yang tidak aneh-aneh. Stanley adalah sosok teladan yang bisa menjadi pe-micu teman-temannya untuk berkompetisi dalam prestasi.

“Stanley anaknya aktif dan kiprahnya telah menonjol saat dia duduk di kelas 8,” kata Waluya.Pihak sekolah selain menggelar nobar, juga memajang foto-foto Stanley dan kliping kegiatannya di beberapa papan pengumuman sekolah.

Harapan Waluya, anak-anak lain bisa meneladani lang-kah Stanley sehingga memberi-kan rasa bangga, tidak hanya bagi keluarga tapi juga sekolah, dan daerah. (ila/ong)