JOGJA- Inovasi Penerangan Jalan Umum (PJU) Pemkot Jogja sejak tahun 2000 lalu, menuai prestasi. Inovasi dengan memasang meteran istrik dan LED itu masuk 99 top inovasi daerah. Program ini mampu menghemat anggaran hingga Rp 26 miliar setiap tahunnya.

“Kementrian saat ini tengah melakukan kompetisi pelayanan publik.

Cukup banyak yang diusulkan. Inovasi Pemkot Jogja ini diharapkan bisa lolos 32 inovasi di Indonesia,” kata Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementrian PAN-RB Dyah Natalisa saat melihat inovasi bidang PJU di Gajah Wong Park, kemarin.

Dijelaskan, penilaian ini merupakan wujud dari upaya pihaknya mendorong daerah terus berinovasi. Baik berupa pelayanan publik maupun yang bisa berdampak pada efisiensi anggaran.

“Ke depan, daerah lain harus mencontoh yang dilakukan Kota Jogja,” harapnya.

Asisten Sekretaris Kota (Assekkot) II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Aman Yuriadijaya mengatakan, sebelum inovasi pemasangan meteran dan lampu LED, pemkot selalu mengalami defisit. Pembayarann Pajak PJU (PPJU) tak sebanding dengan yang diterima. Padahal, saat itu pemkot baru membayar PPJU untuk 8.000 titik PJU yang ada.

“Namun sejak 10 tahun terakhir kita justru mengalami surplus rata-rata Rp 26 miliar setiap tahunnya. Padahal pajak yang kita bayar mencapai 23.000 titik PJU,” tuturnya,

Ditambahkan Kasie PJU Bidang Tata Perkotaan dan PJU Dinas Kimpraswil Kota Jogja Suko Darmanto, berdasarkan data selama 10 tahun terakhir surplus PPJU Pemkot Jogja mencapai Rp. 204.386 miliar. Dihitung dari anggaran yang disediakan sebanyak Rp 318.675 milyar, dikurangi pembayaran PPJU hanya Rp 114.288 miliar. (eri/dem)