SLEMAN – Logika dalam berpikir menjadi bekal seorang akademisi untuk menjalani dinamika kehidupan. Tujuannya agar dapat berpikri secara logis untuk menyikapi sebuah fenomena. Sehingga tidak multi tafsir dan menimbulkan polemic kedepannya.

Hal ini diungkapkan oleh Rektor Universitas Sanata Dharma (USD) Jogjakarta Johanes Eka Priyatma MSc PhD dalam wisuda 705 lulusan Sarjana dan Magister USD di kampus I USD Mrican, Sabtu (9/4).

Dirinya berharap agar lulusan akademisi tidak bertindak berdasarkan mitos.

“Berpikir dengan logis dan jernih dan tidak selalu mengaitkan dengan mitos. Sarjana harus berani berpikir secara nalar dan logika untuk mencerna suatu fenomena,” harapnya kepada para wisudawan dan wisudawati USD.

Dinamika jaman menurutnya suatu tantangan tersendiri dalam berpikir. Terlebih arus informasi yang begitu deras dan menerpa setiap harinya. Celah-celah inilah yang kerap digunakan untuk membangun mitos demi kepentingan tertentu.

Seorang sarjana menurutnya wajib memiliki perspektif yang objektif. Melihat segala sesuatu dengan cara berpikir yang sehat. Tentunya ini berpengharuh dalam mengambil sebuah keputusan. Terlebih ketika seorang sarjana sudah mengabdi di masyarakat.

“Yang masih sering terjadi mengaitkan kesehatan dengan mitos. Seiring waktu makin banyak penjelasan terkait kesehatan. Penelitian juga semakin banyak untuk meningkatkan kesehatan manusia,” tuturnya.

Ditambahkan, contoh lain adalah mengaitkan sosok pemimpin dengan sebuah mitos. Diera saat ini mitos tak hanya menjadi senjata utama. Kapabilitas seorang pemimpin dapat dilihat dari program dan cara bekerja.

Eka menjabarkan mitos memang tak selamanya jelak. Namun mitos seharusnya dipahami sebagai sarana mendidik. Itulah mengapa dia berharap lulusan USD mampu berpikir kritis dalam menyikapi berbagai persoalan.

“Hal itu dibutuhkan karena agama dan pengetahuan bisa berubah menjadi mitos jika mereka berhenti berpikir kritis. Pengetahuan akan terus berkembang bila kita berani mengkritisinya dan tidak menganggapnya sebagai mitos,” pesannya.

Terkait wisuda, Ketua Panitia Wisuda USD Periode II 205/2016, Agustinus Sukrisna menjelaskan, jumlah total lulusan semua program studi (prodi) periode September 2015 hingga Februari 2016 sebanyak 892 orang. Dari semua lulusan, sebanyak 705 orang atau 87,68 persen mengikuti wisuda kali ini.

“Sebanyak sembilan belas lulusan berhasil menjadi lulusan terbaik dari wisuda kali ini. Untuk periode ini, lulusan terbaik diraih Dea Fradistya dari PGSD dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3, 92,” tandasnya. (dwi/dem)