HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
MUSIBAH: Bencana tanah longsor dan pohon tumbang terjadi di Pedukuhan Kalibuko II, Kalirejo, Kokap. Salah satu rumah yang rusak akibat terkena material longsor, kemarin (4/4).
KULONPROGO-Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang kembali memincu longsor Minggu malam (3/4). Selain menyebabkan sejumlah pohon tumbang, tiga rumah warga di Kalirejo dan Hargorejo, Kokap juga rusak. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.

Ketiga rumah itu milik Parmono, 47, warga Pedukuhan Kalibuko II, Desa Kalirejo terkena longsor. Kemudian rumah milik Umar Nurdani, warga Pedukuhan Gunung Kukusan, Desa Hargorejo dan Agustinus Aris Arnadi, 32, warga Pedukuhan Kalibuko II, Kalirejo, rusak akibat tertimpa pohon
Kerusakan paling parah dialami rumah Umar Nurdani. Rumah tertimpa pohon sengon yang berada di samping rumah korban dan menerjang bagian depan dan teras. Pohon juga menimpa tiang listrik hingga roboh. Kerugian sekitar Rp 15 juta, barang yang rusak di antaranya parabola, sepeda motor, atap rumah, dan teras. “Saat kejadian saya masih bersama istri dan satu anak serta dukun pijat di dalam rumah. Tiba-tiba pohon tumbang,” ungkap Umar, kemarin (4/4).

Musibah serupa juga terjadi di rumah Agustinus Aris Arnadi, rumahnya rusak pada bagian dapur, setelah tertimpa pohon waru yang berada tepat di belakang rumah. Genting dan atap dapur rusak parah.

Sementara itu, tebing setinggi sekitar enam meter panjang delapan meter juga longsor di Kalibuko II. Material longsoran mengenai dinding samping rumah Parmono. Saat ini, masih ada retakan tanah yang rawan longsor susulan dan membahayakan. “Karena takut ada longsor susulan kami mengungsi ke rumah tetangga,” kata Parmono.

Proses evakuasi pohon tumbang dan tanah longsor dilakukan oleh Tim SAR Tagana, BPBD, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. Bantuan logistik juga sudah disalurkan. Pendataan jumlah kerugian juga sudah dilakukan, hasilnya akan dilaporkan kepada BPBD dan bupati. “Semoga i ada ada bantuan dari pemerintah kabupaten. Walaupun dari desa dan kecamatan juga sudah memberi bantuan logistik untuk kerja bakti,” terang Kasi Trantib Kecamatan Kokap Suharman,.

Menurut mengimbau kepada warganya untuk melakukan langkah prefentif, yakni dengan menebang pohon-pohon tinggi yang berada dekat rumah yang dinilai membahayakan. “Bagi warga yang bertempat tingga di dekat tebing yang rawan longsor juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya. (tom/din/ong)