BUDI AGUNG/RADAR JOGJA
ILEGAL- Salah satu alat berat dari lokasi tambang galian C ilegal di Kebumen dititipkan di Kantor ESDM Wilayah Serayu Selatan di Purworejo.
PURWOREJO-Sejumlah backhoe disita jajaran Balai Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Wilayah Serayu Selatan dan Polda Jawa Tengah dalam razia galian c ilegal di wilayah selatan Jawa. Alat-alat berat yang diamankan dari 11 titik di Jawa Tengah ini sebagian dititipkan untuk menunggu proses hukum di Kantor ESDM Wilayah Serayu Selatan di Purworejo
Kasi Pengawasan dan Pengendalian Balai ESDM Serayu Selatan Irwan Edhie K ST, mengatakan, wilayah yang paling banyak dirazia adalah Kebumen yang mencapai empat lokasi. Disusul Purbalingga dan Banyumas masing-masing dua titik, serta Purworejo, Temanggung, dan Cilacap masing-masing satu titik. “Kami sita karena mereka tidak mengantongi izin. Sesuai instruksi gubernur Jawa Tengah yang tidak menolerir adanya tambang ilegal,” kata Irwan Edhie kemarin (22/3).

Menurut Irwan, jajarannya bersama kepolisian bergerak atas informasi masyarakat. Selanjutnya, pihaknya menindaklanjuti laporan ini. Menurutnya, aturannya sebenarnya sudah jelas. Dan pengusaha seharusnya sudah paham UU 4 Tahun 2009 tentang Tambang Mineral dan Batubara. “Tapi mereka sebagian belum mau mengurus izin. Mereka kucing-kucingan dengan petugas,” tambahnya.

Ditambahkan, pengusaha yang memiliki tambang ilegal diminta untuk menghentikan aktivitas dan mengeluarkan alat berat dari lokasi. Kemudian, disarankan mengurus izin. Sambil menunggu perizinan turun, seluruh aktivitas penambanangan harus dihentikan.

Sepanjang 2015 dan 2016 ini, Balai ESDM menyita alat berat yang beraktivitas di enam lokasi pertambangan wilayah Kebumen, Cilacap, dan Banyumas. Penegak hukum memroses kasus tersebut dan menjerat pengusaha nakal itu menggunakan pasal dengan ancaman pidana 10 tahun serta denda Rp 10 miliar.(cr2/din/ong)