SLEMAN – Jaringan internet, server, dan daya listrik masih menjadi momok utama bagi pelaksana ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Meskipun bisa teratasi, tiga hal itu selalu menjadi kendala dalam pelaksanaan ujian nasional (unas) setiap tahun.

Demikian pula yang terjadi dalam simulasi unas UNBK di beberapa sekolah tahun ini. Seperti kejadian di SMPN 4 Depok.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Sleman Arif Haryono mengakui, simulasi tak berjalan lancar karena listrik padam. Arif menengarai, daya listrik di sekolah tersebut tak kuat menahan beban saat sebagian besar komputer dinyalakan untuk keperluan UNBK.

“Kami sudah minta ke pihak sekolah untuk mengatasi persoalan tersebut,” katanya kemarin (7/3). Arif mengatakan, ada 35 sekolah dari berbagai jenjang siap melaksanakan UNBK. Semua sekolah juga telah menyiapkan segala keperluannya. Namun tetap butuh penyempurnaan. Kapasitas server, misalnya. Arif mendesak sekolah penyelenggara UNBK segera menambah kapasitas bandwith agar tak menuai kendala saat ujian gara-gara server down. Sebab, saat simulasi Arif menjumpai siswa butuh proses terlalu lama hanya untuk login.

Arif mewanti-wanti seluruh sekolah penyelanggara UNBK menyiapkan jenset untuk antisipasi listrik padam saat ujian. Menurutnya, sekolah tak harus membeli sarana generator mini itu. Tapi, cukup menyewa saat pelaksanaan ujian. Kendati begitu, Arif akan berkomunikasi dengan PLN agar tak melakukan pemadaman listrik saat unas. “Jangan sampai persoalan teknis mengganggu pelaksanaan ujian,” ingatnya.

Arif berharap, UNBK bisa menambah integritas siswa. Sebab, sistem terbaru itu tidak memungkinkan siswa saling mencontek.(bhn/yog/ong)