Gunawan/Radar Jogja
MIRIS: Petugas medis dan polisi memeriksa jasad jabang bayi kasus aborsi siswi SMP di RSUD Wonosari, Sabtu (20/2).

GUNUNGKIDUL – Seorang anak berstatus pelajar sekolah menengah pertama (SMP) diduga melakukan pembunuhan terhadap anak kandungnya hasil hubungan gelap. Bersama kekasihnya, mereka digelandang ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Informasi yang dihimpun Radar Jogja, kejadian menggemparkan ini berlangsung di Padukuhan Kangkung B, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu. Seorang siswi SMP berinisial RK, 16, dan kekasihnya remaja berinisial PR, 20, diduga sebagai pelaku pembunuhan berencana.

Kasus itu terbongkar saat juru kunci makam, Puji Utomo, 55, bersama Karsino Jarwo Sucipto, 38 dan Karsio, 30, membersihkan kompleks makam dan mencium bau busuk. Ternyata bau ini berasal dari kantong plastik dan setelah dibuka berisi jasad jabang bayi.

Anggota Polres Gunungkidul yang menerima laporan langsung melakukan olah TKP. Kerja keras petugas membuahkan hasil. Teka-taki siapa pelaku kejahatan pembuang bayi, mulai terkuak. Petugas mendapatkan petunjuk pelakunya berinisial RK, seorang siswi SMP.

Petunjuk juga diperkuat dengan adanya laporan dari orang tua RK yang pernah melihat bungkusan plastik kresek berwarna hitam putih di kamar anaknya. Tak lama berselang, petugas mengamankan dua orang yang diduga menjadi pelaku pembuangan orok, yakni RK, pelajar SMP kelas IX di wilayah Semanu dan PR.

“Orang tua RK memberikan laporan ke Polsek pernah melihat bungkusan plastik di dalam kamar RK,” kata Kasat Reksrim Polres Gunungkidul AKP Mustijat Priyambodo kemarin (21/2).

Dia menjelaskan, dari keterangan kedua pelaku, meraka sudah menjalin hubungan sejak Agustus 2015. Mereka sering melakukan hubungan layaknya suami istri sehingga terjadi kehamilan.

Mengetahui berbadan dua, RK dan PR panik dan berusaha menggugurkan kandungan dengan berbagai cara. Puncaknya, pada Kamis (11/2), RK mulai merasakan sakit di bagian perut. Pada Jumat (12/2) pukul 04.00, jabang bayi lahir normal di rumahnya sendiri.

Setelah bayi lahir, RK langsung membekapnya hingga meninggal dunia, kemudian dibungkus plastik. Untuk menghilangkan jejak, ia sempat menyembunyikan jasad bayi ke dalam kardus dan disimpan di almari kamar.

Lalu pada Minggu (14/2), jasad jabang bayi dibuang pelaku ke kuburan dan menggemparkan warga. “Untuk pelaku RK kita titipkan di Bapas. Pelaku dijerat dengan pasal 343 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” ujarnya.

Di bagian lain, Manajer Advokasi Perempuan dan Anak Yayasan Rifka Anisa M Thontowi mengaku siap melakukan pendampingan. Menurutnya, kasus tersebut harus ditangani secara hati-hati. “Seharusnya kasus-kasus aborsi seperti ini tidak terjadi kalau semua pihak bersatu mengeliminiasi,” kata Thontowi. (gun/laz/ong)