GUNUNGKIDUL – Dalam sebulan terakhir, jajaran kepolisian Polres Gunungkidul berhasil menangkap puluhan pelaku kejahatan. Orang-orang itu dibekuk karena menipu, melakukan pencabulan dan berjudi.
Kabag Ops Kompol Eddy Sugiharto mencatat, dalam sebulan terakhir pihaknya membongkar enam kasus kejahatan. Pertama dua kasus penipuan, dua kasus perjudian, pencabulan dan satu kasus minuman keras.
“Pelaku sudah diamankan dan sekarang masih dilakukan penyidikan lebih lanjut,” kata Eddy Sugiharto saat menggelar press release di Polres Gunungkidul kemarin (4/9).
Menariknya, diantara tersangka terdapat seorang perempuan memiliki balita. Tersangka bernama Rina Rahmawati, 35, warga Merandung, Klampis, Bangkalan, Jawa Timur. Dia berurusan dengan hukum karena dugaan penipuan.
Korbannya Bambang Iswandi,32, warga Dengok, Playen, Gunungkidul, merugi hingga Rp 35 juta. Modus penipua sendiri berupa investasi bodong kebun karet di Lampung dan kebun teh di Bogor. Kejadian berawal September 2013. Pelaku mendatangi dan menginap dirumah korban sampai bulan Februari 2014. Sekitar November 2013 pelaku menawarkan investasi itu kepada korban.
“Korban menyanggupi tawaran dan menyerahkan uang sebsar Rp 35 juta dengan iming-iming memperoleh hasil setiap bulan,” ujarnya.
Lebih meyakinkan lagi, korban terpesona karena dijanjikan kebun bisa menjadi hak milik. Tertarik, Korban merogoh saku hingga sebesar Rp 35 juta.
Pelaku kemudian meninggalkan rumah korban pada tanggal 3 Februari 2014 dan menjanjikan mengurus sertifikat tanah. Waktu terus berjalan, namun janji tinggal janji. Korban kemudian melapor kepada polisi pada 28 Agustus lalu. Tidak lama berselang, pelaku ditangkap.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, setelah dimintai keterangan, pelaku mengakui investasi yang dijajikan hanyalah akal-akalan. Uang tersebut sebenarnya digunakan untuk memenuhi kebuputuhan sehari -hari.
Disinggung mengenai pelaku yang tengah memiliki bayi berusia 3 bulan, Mustijat menyarankan agar tetap memenuhi kewajiban sebagai seorang ibu. Meski sekarang di dalam penjara, pelaku diminta untuk memberikan ASI untuk anak yang kini berada di Salatiga, Jawa Tengah. “Suaminya bisa ke sini mengambil asi (dipompa) dan diberikan kepada buah hati,” terangnya. (gun/ong)