DWI AGUS/RADAR JOGJA
KAMPANYE SOSIAL: Tujuh mahasiswa USD Jogja bersama Warek III Patrisius Mutiara Andalas sesaat belum gowes ke Bali untuk mengkampanyekan peduli autisme dan pelestarian bakau.
SLEMAN – Tujuh mahasiswa Universitas Sanata Dharma (USD) Jogjakarta melakukan kampanye sosial dan lingkungan hingga ke Denpasar Bali. Uniknya untuk melakoni kampanye ini, mereka gowes hingga ke titik akhir. Rombongan dilepas Wakil Rektor III Patrisius Mutiara Andalas kemarin pagi (30/6).
Ke-7 mahasiswa ini mengkampanyekan peduli autisme dan pelestarian hutan bakau. Ketua rombongan Angga Dwi Putra mengungkapkan, kampanye ini wujud dari keresahan mereka. Di mana empati manusia semakin berkurang, baik itu sesama manusia maupun kepada alam.
“Perlakukan kita terhadap autisme terkadang sarkastik. Cenderung menjadikan sebagai bahaan candaan tanpa memikirkan perasaan teman dengan autisme. Padahal sebagai sesama manusia, kita wajib peduli,” ungkapnya.
Sedangkan untuk bakau, ketujuh mahasiswa ini fokus pada pemanfaatan lahan pesisir pantai. Bakau, menurut Angga, tidak hanya bermanfaat menanggulangi abrasi. Di sisi lain bakau menjadi rumah bagi ekosistem kehidupan laut.
Tentunya jangka panjang selain bagus untuk alam, juga berdampak positif terhadap manusia. Dalam kampanye ini dirinya akan menyoroti beralih fungsinya wilayah pesisir menjadi pertambakan, di mana turut mempengaruhi kerusakan ekosistem daerah pesisir pantai.
“Itulah mengapa memilih Bali sebagai tujuan akhir bersepeda kami. Di sana merupakan wilayah wisata yang notabene menghasilkan limbah. Ini berpengaruh pula terhadap ekosistem alam jika tidak diolah secara benar,” katanya.
Untuk melakoni kampanye ini direncanakan tiba di Bali 10 atau 11 Juli. Selama menempuh perjalanan kurang lebih 700 km, rombongan akan singgah di beberapa titik. Perhentian ini sekaligus melakukan kampanye tentang autisme dan pelestarian bakau.
Rencananya rombongan akan berhenti di Palur, Nganjuk, Jombang, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, dan lanjut ke Tabanan dan berakhir di Denpasar. Dalam tim ini, lima mahasiswa bersepeda, satu orang dokumentasi dan seorang lagi mengendarai mobil pikap.
Wakil Rektor III Patrisius Mutiara Andalas mendukung aksi para mahasiswanya. Kegiatan kemanusiaan dan cinta alam ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Di mana berbuat nyata secara langsung untuk kemanusiaan dan cinta alam.
“Wujud kebersamaan kita terhadap sosial dan ekologis. Berharap kegiatan ini akan menjadi insiprasi dalam setiap kayuhan sepedanya. Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, menjadi momentum yang tepat untuk peduli terhadap sesama manusia dan alam,” ungkapnya.
Ketujuh mahasiwa ini, selain Angga, ada pula Andreas Takimai, Mathias Rio, Andi Setianto, Fransiskus Muliadi, Satria Nugraha Perdana Deya, dan Gregorius Dwi Kurnia Putra. Rombongan rencana akan kembali dari Bali 13 Juli mendatang. (dwi/laz/jiong)