AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA KREATIF: Tiga mahasiswa UNY menunjukkan bros hasil kreasinya yang dibuat dari roti yang sudah kedaluwarsa, kemarin (18/3).
JOGJA – Lima mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melakukan inovasi yang pantas diapresiasi. Yakni memanfaatkan sampah berupa roti kedaluwarsa menjadi bros.Mereka adalah Sarah Sekar Langit, Zulfatin Rahmahani, Ari Wahyu Martina, Surya Jatmika. dan Diah Intan Kusuma.
Sarah mengatakan, untuk mengolah roti kedaluwarsa menjadi bros, digunakan seni pengolahan roti menjadi clay yang disebut dengan nendo. Jika selama ini, nendo hanya sebagai pajangan tapi kurang memiliki nilai guna, Sarah bersama teman-temannya ingin mengubahnya menjadi bros.
“Selain murah dan memiliki nilai kegunaan, bros dari nendo juga ramah lingkungan. Tidak seperti plastik atau pun besi yang selama ini digunakan untuk pembuatan bros,” kata Sarah.
Zulfatin menambahkan, bros tersebut memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan produk lain yang sejenis. Keunggulannya, antara lain mudah mengikuti mode yang sedang berkembang di masyarakat, sehingga lebih ngetren, bisa bertahan lama, memiliki aroma wangi, dan harga terjangkau. “Yang terpenting, bros ini merupakan produk go green yang ramah lingkungan,” seloroh Zulfatin.
Menurutnya, untuk membuat bros dari limbah roti, digunakan bahan baku, antara lain roti basi, lem kayu, natrium benzoat, peniti bros, dan cat semprot bening. Kemudian ditambah pewarna makanan, zat aromatic, dan lem tebak.
Selanjutnya, roti kedaluwarsa diambil bagian dalamnya, tanpa kulit dan dihancurkan. Agar mendapatkan hasil maksimal, perlu ditambahkan natrium benzoat dan zat aromatik (vanili, kayu manis, atau cengkeh dalam bentuk cair), dan diuleni sampai kalis. Aduk adonan hingga merata dan tambahkan pewarna makanan yang berbeda-beda pada tiap-tiap bagian.
“Kemudian campur sampai rata lalu dibentuk dan dicetak sesuai selera. Keringkan di bawah sinar matahari selama dua hari. Setelah kering, semprot dengan cat semprot bening dan dikeringkan kembali selama 1 hari. Bros telah siap digunakan,” terangnya. (mar/jko/mga)