GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
DIKEBUT: Proses renovasi Stadion Mandala Krida terus dikerjakan. Di sela-sela pengerjaan renovasi ini, tim PSIM Jogja menggunakannya untuk latihan jelang bergulirnya kompetisi Divisi Utama 2015.
JOGJA – Tidak hanya klub-klub di kasta tertinggi Super Liga yang terkatung-katung menunggu ke-pastian bergulirnya kompetisi. Klub-klub Divisi Utama, terma-suk tim kebanggaan Brajamusti dan The Maident, PSIM Jogja juga mengalami hal serupa. Akibatnya, rencana launching tim yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini pun urung me-reka lakukan. Tim berjuluk Laskar Mataram ini masih menanti ke-pastian dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).Sebab, dengan adanya kepas-tian dari BOPI, PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi Divisi utama bisa memberikan kepas-tian jadwal. “Jadwalnya belum. Jadi, kami juga belum launching,” ujar Manajer Tim Agung Damar Kusumandaru, kemarin (26/2).
Tanpa ada kepastian jadwal, lanjut mantan Presiden Braja-musti ini, launching tim juga tidak bisa dilakukan. Apalagi, skuad asuhan Seto Nurdiyantoro ini masih kekurangan pemain untuk melengkapai kuota 24 pemain. Kemarin, skuad asuhan Seto Nu-diyantara ini menambah satu pemain lagi. Dia adalah Abdul Latif Tuharea asal Persires Ku-ningan yang berposisi sebagai gelandang se-rang. “Ya, nama-nya sudah lama masuk dalam rekomendasi pelatih. Dan ke-marin, dia resmi menjadi bagian dari kami,” tam-bah Agung.
Nah, satu posisi yang masih tersiasa adalah untuk posisi stri-ker. Satu posisi tersisa ini masih diperebutkan tiga pelamar, yakni Riyanto, Basten Tri Pamungkas, dan eks Timnas U-18 Iner San-toni Putra. Sayang, Seto Nurdi-yantara masih juga belum sreg untuk menentukan siapa satu dari tiga kandidat ini yang layak diikatnya.”Di sisa waktu yang ada, kami akan terus melengkapinya. Termasuk jika dibutuhkan untuk mendatangkan calon striker lain-nya,” jelasnya.
Kabar kurang menyenangkan juga berembus di kubu PSIM Jogja. Rencana uji coba menjamu Persipur Purwodadi di Stadion Mandala Krida yang dijadwalkan digelar Minggu (1/3) dipastikan batal. Ketua Panpel PSIM Jogja Ipung Purwandari beralasan, Stadion Mandala Krida sudah dikavling untuk penyelenggaraan Kejurnas Slalom. “Waktunya ber-samaan. Jadi kami tidak bisa menggunakannya,” jelasnya.
Sejatinya ada peluang untuk tetap bisa menggelar uji coba melawan klub selevel itu. Namun, tawaran untuk memaju-kan satu hari, atau menunda satu hari yang diajukan kepada kubu Persipur ditolak. “Persipur beralasan, laga uji coba kontra PSIM Jogja ini menjadi satu bagian dari rangkaian uji coba dengan PPSM Magelang yang akan dihelat Sabtu (28/2) besok,” tambahnya. (eri/din/ong)