HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
SOSIAL: Warga tengah mengantre untuk pemeriksaan dan operasi katarak gratis di RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo, kemarin (19/2). Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo, Perdami dan Dinas Kesehatan Kulonprogo.
KULONPROGO – Sedikitnya 57 warga mendapat pelayanan pemeriksaan mata dan operasi Katarak grartis di RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo, kemarin (19/2). Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo, Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) dan Dinas Kesehatan Kulonprogo.Pelaksana Harian Pelayanan RS Nyi Ageng Serang Sri Yuli Nurlaini SKep Ners mengatakan bakti sosial yang dipusatkan di RSUD Nyi Ageng Serang ini melibatkan 21 dokter spesialis mata. “Kebetulan Perdami sering mengadakan operasi serupa dan RSUD Nyi Ageng Serang merupakan rumah sakit baru, sehingga sangat mendukung kegiatan ini sekaligus untuk sosialisasi dan promosi,” terangnya disela kegiatan.
Sri menjelaskan, operasi katarak gratis ini searah dengan instruksi Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, di mana RSUD Nyi Ageng Serang telah menyandang predikat sebagai rumah sakit yang memberikan pelayanan berbasis komunitas. Artinya, semua penyakit yang ada di masyarakat bisa ditangani di sini.Informasi kegiatan ini disebar melalui Puskesmas dan desa. Setiap Puskesmas mendapatkan kuota, mereka bisa mengirimkan empat orang pasien penderita katarak sesuai rekam medik yang dimiliki masing-masing Pus-kesmas. “Kendati demikian kita tidak membatasi, semua pasien baik dari Kulonprogo atau dari luar Kulonprogo kita layani,” jelasnya.
Sri mengatakan, melihat jumlah pasien yang cukup banyak, rencananya kegiatan ini akan diagendaka secara rutin setiap tahunnya. Berdasarkan data, usai pasien yang ikut dalam kegiatan ini cukup bervariasi. Mulai yang termuda usia 35 tahun hingga usia 86 tahun.”Mereka menderita katarak karena faktor pekerjaan, mata terlalu sering terkena kotoran sehingga selaput luar tertutup dan menyebabkan kebutaan. Selama itu positif katarak masih bisa dioperasi sehingga pasien bisa melihat lagi,” katanya.Sebanyak 57 warga yang mendaftar, 18 pasien positif katarak dan memenuhi syarat untuk dioperasi. Kendati positif, pasien harus melewati pemeriksaan, khususnya yang memiliki riwayat mengidap penyakit gula darah dan hipertensi.”Jika gula darah dan tensi normal langsung kita operasi, kalau masih hipertensi kita beri obat dulu, kalau sudah normal kita operasi. Kenapa begitu, pasien dengan gula darah dan hipertensi cukup berisiko jika di-operasi,” terangnya.
Sri berharap, kegiatan ini dapat membantu warga khususnya yang kurang mampu bisa mengoperasikan penyakit kataraknya. Harapan lain, RSUD Nyi Ageng Serang bisa lebih dikenal. Masyarakat diharapkan juga bisa lebih sadar pentingnya kesehatan mata, tidak takut memeriksakan mata dan berani mengambil opsi operasi jika positif katarak.”Operasi bisa dilakukan selama dua jam untuk satu pasien. Untuk kegiatan kali ini dengan 21 dokter sekali operasi bisa enam pasien,” ucapnya.Salah satu warga Paikem, 60, mengaku sangat beruntung dan berterima kasih atas kegiatan ini. “Alhamdulillah dengan pemeriksaan mata gratis ini saya bisa belihat lagi, sebetulnya sudah lama ingin operasi tapi tidak ada biaya. Syaratnya juga mudah cukup dengan fotokopi KTP langsung ditangani,” tutur warga Nanggulan ini. (tom/ila/ong)