JOGJA – Kodim 0734/Jogja menyiap-kan personel untuk memfasilitasi pemuda-pemudi yang ingin menjadi prajurit TNI. Khususnya di Kota Jogja, bagi siapa pun yang ingin memiliki niat bergabung menjadi prajurit TNI, Kodim 0734/Jogja siap membantu da-lam konteks pembinan dan pelatihan.Dandim 0734/Jogja Letkol Inf Renal Aprindo Sinaga mengatakan, pihaknya siap membantu melakukan pembi-naan dan pelatihan bagi generasi muda yang berminat menjadi praju-rit TNI. Hal itu dilakukan dengan ber-bagai macam pelatihan. Mulai pem-binaan fisik hingga tahap psikotes. Dengan demikian ketika peserta ma-suk dalam ujian prajurit, sudah siap secara fisik dan mental.”Kami bisa membantu menyiapkan dan menjaring pemuda potensial khususnya di Kota Jogja,” kata Renal kemarin (2/2)
.Ditambahkan, Kodim Jogja sendiri memiliki tanggung jawab memberikan informasi termasuk menyiapkan calon prajurit dengan mental dan fisik yang bagus. Calon tentunya bisa diperoleh melalui pembinaan dan pelatihan yang diselenggarakan. Menurut Renal, bagi siapa saja yang memiliki keinginan kuat bergabung menjadi prajurit TNI, pihaknya bisa mengarahkan tentang pandangan umum kesemaptaan jasmani. Mulai lari, shit up, push up, psikotes hingga materi yang kerap digunakan dalam tes masuk.Pihaknya menyadari masuk men-jadi prajurit TNI bukan perkara mudah.
Namun dengan adanya pelatihan dan persiapan yang dilakukan Kodim, maka calon pendaftar setidaknya me-miliki pandangan umum tentang ke-tentuan dan tahap-tahap masuk dalam prajurit TNI. “Ini untuk menangkal informasi yang menyebutkan masuk TNI harus mengelu-arkan uang banyak. Kebanyakan me-reka yang gagal dalam tes ya karena memang tidak siap,” tegasnya.
Kasdim Mayor Inf Suwarno menam-bahkan, mereka yang memiliki minat menjadi prajurit TNI bisa langsung datang ke Kodim Jogja dan akan di-latih tanpa dipungut biaya. Dengan ketentuan, mereka memperoleh re-komendasi dari Babinsa tempat ting-gal peserta bersangkutan. Untuk waktunya cukup panjang, karena hampir satu tahun, di mana setiap tahunnya pendaftaran dibuka antara Maret dan April. “Biasanya usia 17-22 tahun. Nanti kami latih satu tahun dan idealnya ketika calon pe-serta berada di kelas 2 SMA. Ini dila-kukan agar tidak mengganggu seko-lahnya,” ujarnya. (fid/laz/ong)