Dana untuk Pertemuan dan Jaring Aspirasi

WONOSARI -Masa jeda sidang atau reses pertama bagi 45 ang-gota dewan periode 2014-2019 dimanfaatkan dengan kunjungan ke dapil masing-masing. Agenda reses dimulai Senin (1/12) hingga Sabtu (6/12) besok. Untuk kebu-tuhan itu, tiap legislator dibekali anggaran konstituen hingga Rp 19 juta lebih.Sekretaris Dewan DPRD Gunung-kidul Tudjuh Priyono mengatakan total anggaran reses sebesar Rp 860 juta diambil dari APBD murni 2014. Dana tersebut dibagi untuk kegiatan pertemuan dan jaring aspirasi dengan konstituen. “Meski anggota dewan mengikuti kegiatan reses, tapi tidak meng-ganggu aktivitas di gedung wakil rakyat. Waktu reses sudah dibagi sesuai dengan jadwal masing-masing,” kata Tudjuh kemarin (4/12).
Dia merinci dalam setiap kali per-temuan bersama dengan konsti-tuen, setiap legislator menghadirkan sebanyak 100 orang. Kegiatan tersebut berlangsung selama enam kali dengan lokasi berbeda-beda. “Sabtu nanti reses sudah memasuki hari terakhir,” terangnya.
Lebih luas dikatakan, untuk kegia-tan dewan lain seperti kunjungan kerja (kunker) dikemas dalam satu paket kegiatan sekretariat dewan. Untuk tahun anggaran 2015 diusulkan lebih dari Rp 22, 4 miliar. “Hampir sama dengan mata anggaran di tahun 2014 yakni, sebesar Rp 22,6 miliar” terangnya.
Namun begitu, anggaran yang telah diajukan mungkin berubah. Itu artinya bisa berkurang karena masih menunggu hasil evaluasi dari Gubernur DIJ HB X. Dikatakan Tudjuh hingga sekarang baik APBD Perubahan maupun murni 2015 masih ada di meja gubernur. “Jadi, sekarang kami hanya menunggu saja,” kata Tudjuh.
Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Gunung-kidul Desiyanti mengatakan terkait dengan pengawasan pihaknya pasti melakukan. Legislator yang tengah melakukan reses, termasuk dirinya berkewajiban menyele-saikan Laporan Pertanggungja-waban (LPj) pada hari Senin (8/12).
Disinggung mengenai materi pembahasan dalam reses, dia mengatakan itu tergantung pada komisi bidang mitra kerja masing-masing.Mulai dari bidangkese-hatan, kesejahteraan, pendidikan dan pemberdayaan perempuan.Ditanya mengenai bekal angga-ran, Desi menjelaskan bahwa masing-masing legislator biaya resesnya sama. Tinggal membagi dari jumlah total keseluruhan. Ang-garan tersebut hanya digunakan untuk konsumsi dan tidak ada uang transport bagi peserta. “Kalau di-hitung-hitung saya justru tombok, karena harus mengampu enam kecamatan,” kelakarnya.
Anggota dewan dari fraksi Golkar Heri Nugroho mengatakan kegiatan reses diikuti oleh semua anggota termasuk ketua dan wakil. Dia berharap kegiatan legislator di-manfaatkan dengan baik oleh masyarakat. “Kami akan tampung masukan dari masyarakat,” ung-kapnya. (gun/ila/ong)