SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA

KEPEMIMPINAN KUAT: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua MK Hamdan Zoelva dan Ketua KPU Husni Kamil Manik saat menerima penghargaan dari IMRAS yang digelar SPS di Sahid Rich Hotel Jogja, kemarin

Risma, Hamdan, dan Husni Raih Penghargaan IPRAS
Dinilai Berkarakter, Inovatif, dan Berani Ambil Keputusan
JOGJA – Sejumlah tokoh mendapatkan peng-hargaan di acara The 3rd Indonesian Public Relations Award and Summit (IPRAS) dan The 1st Indonesia Media Research Awards and Sum-mit (IMRAS) yang digelar Serikat Pe rusahaan Pers (SPS) di Sahid Rich Hotel Jogjakarta, ke-marin (17/10).
Mereka yang menerima peng-hargaan itu di antaranya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua Mahkamah Konstitsi Hamdan Zoelva, dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik. Ketua Dewan Juri Tariq Haddad mengata-kan, penghargaan IPRAS diberikan kepada pemimpin yang memiliki kekhasan. Mereka yang menerima penghargaan tersebut ada-lah tokoh-tokoh dengan kepemimpinan yang kuat
“Mereka memiliki karakter, inovasi, dan berani mengambil keputusan,” jelas Tariq dalam sambutannya sebelum pembe-rian penghargaan. Orang-orang seperti Hamdan dan Husni, menurut dia, merupa-kan tokoh yang berhasil menye-lenggarakan dan mengawal hasil pemilu di tengah berbagai gugatan dan konflik. Mereka adalah orang-orang yang memiliki keteguhan dalam menjalankan tugas.
Selain tiga tokoh tesebut, SPS juga memberikan penghargaan kepada korporasi yang ada di masyarakat. Korporasi yang ter-pilih adalah yang memiliki se-mangat untuk memajukan ma-syarakat di segala bidang.
Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, penghargaan yang diterimanya itu didedikasikan kepada mereka yang telah be-kerja keras dan terlibat dalam penyelenggarakan pemilu. Apa lagi, di KPU sistem kepemimpinan dilakukan secara kolektif kolegial, sehingga tidak bertumpu pada satu pimpinan. “Ini kami dedika-sikan kepada mereka yang telah berkorban nyawa dalam penyel-enggaraan pemilu,” jelasnya.
Penghargaan ini merupakan penilaian publik terhadap kinerja KPU. Selain dari dalam negeri, sejumlah penghargaan juga ada yang berasal dari luar negeri. Setelah sukses menggelar pe-milu, Husni juga mengungkapkan syukurnya karena menjelang pe-lantikan presiden yang baru ter-jadi kecairan antara kedua tokoh yang sebelumnya bertarung. Menu-rut dia, pertemuan Joko Widodo sebagai presiden terpilih dengan Prabowo Subianto sebagai lawan politik, merupakan langkah yang tepat diuntuk mendinginkan suhu politik yang belakangan memanas.
“Ini adalah momen yang dinan-tikan. Pertemuan ini diharapkan bisa membuka rekonsiliasi pasca-pelaksanaan pemilihan presiden, sehingga bisa membangun bang-sa yang lebih baik,” tambahnya. Sementara itu, Tri Rismaharini mengatakan, penghargaan ini menandakan kepercayaan publik atas kepemimpinannya. Meski begitu, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan untuk membangun Surabaya.
“Intinya, pemimpin bekerja tidak cuma membuat kebijakan umum, tetapi kebijakan yang memikirkan nasib orang per orang,” jelasnya. Selain tokoh, ada kategori kor-porasi dalam pemberian penghargaan ini. Perusahaan yang mendapatkan penghargaan ini yakni PT Telekomunikasi Indo-nesia, PT Biofarma, dan PT Uni-lever Indonesia. Sedangkan ka-tegori lembaga diberikan kepada Mahkamah Konstitusi, KPU, dan Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan (PPATK).
Untuk kategori CEO, penghar-gaan diberikan kepada Iskandar dari PT Bio Farma, Dwi Soetjipto dari PT Semen Indonesia, dan Ignatius Jonan dari PT KAI. Untuk Ketegori PR diberikan kepada Prita Kemal Gani, Elizabeth Gunawan Ananto, dan Yuliawan. Sementara pemenang kom-petensi program diperoleh PT Garuda Indonesa, PT Sumber Alfaria Trjaya, PT Astra Inter-nasional, PT Pertamina, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (bhn/laz/ong)