BAHANA/RADAR JOGJA

PRODUK KERAJINAN: Pameran Jogja Trade Expo (JTE) diisi oleh 110 stan produk yang berasal dari 43 kabupaten dan kota dari 14 provinsi di Indonesia.

Dominasi Produk Industri Kreatif
BANTUL – Upaya menggenjot pasar usaha maupun industri kreatif di DIJ dilakukan serius. Hal ini dilakukan agar produk-produk lokal semakin eksis di pasar global. Salah satu caranya dengan aktif mengundang buyers potensial mancanegara dalam pameran tahunan Jogja Trade Expo (JTE) ke XIX yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Rabu (15/10).Undang Buyer, Genjot Pasar Global
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) DIJ Riyadi Ida Bagus menargetkan kunjungan pameran tahun ini lebih dari 15 ribu orang. Apalagi waktu penyelenggaraan tahun ini terbilang panjang, selama lima hari yakni 15 sampai 19 Oktober. Disamping itu, penyelenggaraan JTE juga berkolaborasi dengan produk teknologi informasi (IT) dan teknologi printing. “Kami mengundang buyers yang selama ini menjadi tujuan eks-por DIJ. Harapannya dari target kunjungan tersebut bisa meng-hadirkan pengunjung yang benar-benar berpotensi,” ujar Riyadi pada pembukaan JTE 2014, kemarin.
Riyadi mengatakan negara yang menjadi tujuan ekspor terbesar DIJ yakni Amerika Serikat, Be-landa, India, Singapura dan Ma-laysia. Calon pembeli dari ne-gara tujuan ekspor itu akan hadir dalam pameran tersebut. Sedang-kan negara seperti Turki dan Fi-lipina yang mulai melirik produk kerajinan DIJ juga menyatakan minatnya untuk hadir.
Seperti diketahui berdasarkan data Disperindagkop DIJ, nilai ekspor DIJ mencapai USD 127,734 juta dengan jumlah eksportir se-banyak 253. Sedangkan pada tahun sebelumnya nilai ekspor mencapai USD 221,76 juta. “Ma-sih ada waktu untuk terus meng-genjot nilai ekspor agar terus tumbuh,” ungkapnya.
Pameran JTE, paparnya, diisi oleh 110 stan produk yang bera-sal dari 43 kabupaten dan kota dari 14 provinsi di Indonesia. Di antaranya Papua Barat, Suma-tera Barat, Bangka Belitung, Su-lawesi Selatan, Kalimantan Barat dan lainnya.Riyadi optimistis produk UKM atau IKM seperti furnitur, handi-craft, aneka kerajinan, fesyen dan aksesori akan menjadi incaran para buyers. “Terlebih produk-produk kreatif di DIJ selama ini sudah dikenal memiliki daya saing tinggi dan dapat menembus pasar global,” terangnya.
Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda DIJ Didik Purwadi mengatakan eks-por DIJ selama ini masih didomi-nasi oleh produk-produk industri kreatif. Industri kreatif menjadi kekuatan penunjang perekono-mian DIJ karena didukung oleh basis sumber daya manusia (SDM) yang cukup.
“Pelaksanaan JTE juga sebagai bentuk pembinaan edukasi guna meningkatkan kapasitas para pelaku usaha,” jelas Didik.Menurutnya JTE yang mengha-dirkan buyers dari berbagai ne-gara dapat dijadikan peluang dan kesempatan mengembangkan pemasaran melalui jejaring baru. Sebab negara-negara yang hadir merupakan pangsa pasar tujuan ekspor DIJ.
Maka dari itu, sambungnya, pro-duk yang dipamerkan harusnya produk yang memiliki kualitas dan nilai kreativitas tinggi. Disamping warna khusus untuk bersaing. “Kami dari pemerintah daerah meng-hendaki produk unggulan yang tampil,” jelasnya. (bhn/ila/ong)