BPC Bantul Pertanyakan Muscablub 3 Oktober

JOGJA – Situasi memanas mulai terasa menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) DIJ 10 Oktober mendatang. Ini setelah pengurus BPC HIPMI Bantul mempertanyakan sikap BPD DIJ yang memprakarsai pelaksanaan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) pada 3 Oktober lalu. Bertempat di Kantor BPD HIPMI DIJ, para pengurus yang tidak hadir dalam Muscablub BPC HIPMI Bantul ini mempertanyakan sikap BPD HIPMI DIJ. Mereka menilai BPD DIJ arogan dan tidak mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) organisasi tersebut.
“Padahal di hari yang sama, pengurus BPC HIPMI Bantul juga menggelar muscab untuk memilih ketua BPC yang baru. Lah kok malah BPD DIJ meng-gelar Muscablub. Ini kan melanggar ADRT. Apalagi Muscablub tidak dihadiri oleh sebagian besar pengurus HIPMI Bantul,” jelas Pembina HIPMI Bantul Teddi Gani Karim dalam keterangan persnya kemarin (7/10). Teddi memaparkan, BPC HIPMI Bantul memang baru melakukan Muscab 3 Oktober lalu. Namun sesuai AD/ART organisasi, hal tersebut masih ditolerir dikarenakan kepengurusan baru bisa dibentuk maksimal tiga bulan setelah masa kepengurusan lama berakhir. Kepengurusan HIPMI Bantul sendiri berakhir 20 Agustus tahun ini.
“Ini tidak keluar dari tiga bulan, kenapa ketua BPD HIPMI mem-bentuk kepengurusan sendiri melalui Muscab,” katanya. Atas ketidakpuasan itulah beberapa pengurus beserta mantan ketua BPC HIPMI Bantul dan ketua BPC hasil Muscab, Tina Asmara men-datangi kantor BPD HIPMI DIJ. Pihaknya juga menyerahkan berkas daftar kepengurusan BPC HIPMI Bantul sesuai hasil Muscab yang dihadiri 33 anggota BPC HIPMI Bantul.
Sementara itu Mantan Ketua BPC HIPMI Bantul periode pertama, Tas’an Tri Wibowo menjelaskan, penyerahan berkas kepengurusan muscab diharapkan menjadi per-timbangan BPD untuk mengakui kepengurusan yang sah. “Kese-kretariatan tidak bisa menolak berkas kami. Yang bisa menolak hanya pimpinan dan pengurus BPD yang diberi wewenang. Kami harap persoalan ini bisa segera selesai sebelum digela Musda,” jelasnya. Dia mengatakan, jika hasil Muscab BPC HIPMI Bantul tidak diterima oleh Ketua BPD HIPMI DIJ, pi-haknya akan membawa masalah ini ke BPP HIMPI. Bahkan hal itu akan dilanjutkan saat musda mendatang, di mana seluruh ang-gota BPC HIPMI Bantul akan mendatangi musda itu. “Bila tidak diakui, kami juga tidak akan mengakui hasil Musda,” ujarnya. (bhn/laz