Gagal Bongkar Jaringan Pengedar

BANTUL – Mantan anggota DPRD Bantul Eko Yulianto Nugroho kini menyandang se-bagai tersangka dalam perkara penyalahgunaan narkotika. Ber-kas perkara salah satu jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan (PDIP) Bantul tersebut segera dilimpahkan ke Kejaksaan Ne-geri (Kejari) Bantul. “Dalam waktu dekat ini kita selesaikan dulu berkas-berkas-nya,” terang Kapolres Bantul AKBP Surawan kemarin (28/9).Kepolisian tetap menempuh penanganan perkara ini ke jalur pidana. Kepolisian tak mem-buka opsi untuk merehabilitasi mantan anggota DPRD Bantul periode 2009-2014 tersebut.Surawan mengaku penanganan perkara ini berhenti pada penang-kapan Eko. Kepolisian gagal membongkar jaringan pengedar narkoba hingga ke bandarnya. Itu setelah berbagai upaya untuk memancing bandar tersebut tak membuahkan hasil.
“Nggak ada perkembangan. Macet. Keburu muncul beritanya jadi kabur,” ujarnya. Sebagaimana diketahui, Eko ditangkap petugas kepolisian pada Minggu (14/9) lalu di ru-mahnya yang terletak di Dusun Kanutan, Sumbermulyo, Bam-banglipuro. Penangkapan Eko bermula dari tertangkapnya seorang perempuan yang di-duga sebagai kurir di depan Pasar Bantul. Dari keterangan perempuan tersebut terungkap Eko men-jadi pelanggan shabu sejak Juli lalu atau ketika masih duduk di DPRD Bantul. Di rumah Eko, petugas menemukan sejumlah barang bukti di antaranya shabu seberat 0,7 gram. Dari hasil tes urin Eko juga terbukti positif sebagai peng-guna. Hanya saja, kepolisian tak lantas menetapkan Eko sebagai tersangka. Sebab kepolisian membutuhkan waktu tiga hari setelah penangkapan untuk melakukan pemeriksaan. Sete-lah itu, kepolisian baru mene-tapkannya sebagai tersangka. Eko terancam dijerat dengan undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara. (zam/ila/gp)