Bantuan Sarpras Pertanian Rp 2,27 M Dikucurkan

SLEMAN- Pemkab Sleman mulai mengucurkan bantuan sarana dan prasarana pertanian, perikanan, dan kehutanan senilai Rp 2,27 miliar kemarin (24/9). Bantuan tersebut dibagikan kepada 441 kelompok tani.
Bantuan itu berwujud pompa air, timbangan, cultivator, chopper, transplanter, mesin pengolah bambu, traktor, dan alat ukur kadar air.
Bupati Sri Purnomo (SP) mengatakan, bantuan itu sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat perekonomian warga, khususnya pelaku usaha pertanian. Fasilitas tersebut disalurkan berdasarkan pengajuan proposal bantuan sarpras pertanian dari kelompok tani.
“Ini dukungan pemerintah bagi petani. Kedepan harus lebih produktif dan mengelola lahan seoptimal mungkin,” ujar SP usai menyerahkan bantuan secara simbolis di halaman kantor Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan ( Dispertanhut) Sleman.
Keseriusan pemerintah dalam mendukung sektor pertanian memang tidak dapat dinisbikan. Sebab, sektor tersebut menjadi salah satu keunggulan perekonomian Sleman. Sejak lima tahun terakhir, sektor pertanian berkontribusi 12,84 persen dalam PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) atas harga berlaku 2013, berdasarkan struktur perekonomian daerah.
Mengacu pada struktur mata pencaharian penduduk, sektor ini digerakkan oleh 28 persen dari total penduduk Sleman sejumlah sekitar 1,1 juta jiwa.
Karena itu, pembangunan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas rencana pembangunan daerah ke depan. SP menegaskan, prioritas tersebut didorong upaya pemerintah menjaga stabilitas ketahanan pangan.
Sebagai wilayah penyangga kebutuhan pangan di DIJ, Sleman berupaya menjaga keswasembadaan pangan. “Itu menjadi target kami,” ujar SP.
Kepala Dispertanhut Widi Sutikno menambahkan, menuju swasembada pangan, pemkab menetapkan beberapa prioritas dalam setiap aspek. Di antaranya, kebijakan dan teknis di lapangan. Baik sektor tanaman pangan, pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Kebijakan disusun untuk menciptakan stabilitas ketahanan dan ketersediaan pangan. Dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kelembagaan, sarana prasarana, serta pemanfaatan lahan.
“Ini penting menjadi perhatian para penyuluh pertanian untuk turut memotivasi petani,” katanya.
Menurut Widi, keberhasilan sektor pertanian harus digerakkan dengan teknologi tepat guna. Untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Outcome-nya berupa kesejahteraan masyarakat petani dan terciptanya lahan pertanian abadi. (yog/din)