Usai Gagal di Kejuaraan Asia

JOGJA-Karateka full contact asal DIJ Lafran Arse Jamaludin gagal menunjukkan prestasi hebat pada kejuaraan Asia Shinkyokusinkai di Kuala Lumpur Malaysia 18-20 September lalu. Turun di kelas 65-75 kg, Laffran gagal melangkah jauh dalam kejuaraan tersebut.
Ya, langkahnya di kejuaraan Asia Shinkyokusinkai terhenti pada babak kedua. Menghadapi karateka tuan rumah Sahran Masood, Lafran kalah dengan skor 3-2. Menurutnya kekalahan ini sedikit kontrovwersial sebab seharusnya skor berkesudahan imbang 3-3. Ada satu pukulan telaknya yang tidak disahkan oleh wasit.
Namun Lafran mengaku tidak menyesal dengan pencapaiannya ini. Sebab apa yang sudah ditunjukkannya merupakan sebuah hasil yang sudah sangat maksimal. Apalagi kejuaraan ini sangat bergengsi dimana banyak karateka full contact dunia yang ikut ambil bagian.
“Bisa mewakili Indonesia itu sudah merupakan kebanggaan tersendiri untuk saya. Memang sangat disayangkan saya Cuma sampai babak kedua. Padahal seharusnya saya mampu berprestasi setinggi-tingginya pada ajang ini,” ungkapnya.
Selain Lafran, ada enam karateka Indonesia lain yang terjun di kejuaraan Asia Shinkyokusinkai trsebut. Sayangnya tidak ada satu pun karateka Indonesia yang mampu menunjukkan prestasi membanggakan dengan meraih medali.
Menurut Lafran sulitnya karateka Indonesia bersaing diakibatkan kurangnya dukungan pemerintah dan stakeholder olahraga pada perkembangan karate shinkyokusinkai. Ya, hingga kini, olahraga karate yang sama sekali tak menggunakan pelindung tersebut belum diakui oleh KONI pusat maupun daerah.
“Sulit memang karateka full contact Indonesia bisa berprestasi hebat di Asia apalagi dunia. Dukungan dari pemerintah maupun stakeholder olahraga masih sangat kurang. KONI saja belum memberikan pengakuan,” jelasnya.
Lafran langsung mengalihkan fokusnya ke ajang Soengging Cup Open di Surabaya 2 November mendatang. Ajang ini bersifat terbuka untuk seluruh karateka full contact nasional.
“Tentunya saya ingin meraih prestasi setinggi-tingginya, bahkan kalau bisa juara,” tekadnya. (nes/din)