KULONPROGO – Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2014 Kabupaten Kulonprogo resmi ditutup, Rabu (3/9) malam. Event akbar yang menelan anggaran Rp 1 miliar itu sukses mengangkat berbagai kesenian tradisional dan kesenian kontemporer di seluruh wilayah Kulonprogo.Pagelaran wayang kolosal yang dipusatkan di Alun-alun Wates itu berlangsung meriah. Kemasan wayang kulit, wayang golek dan wayang orang itu berpadu apik.Pagelaran pengunci FKY 2014 Kabupaten Kulonprogo itu berhasil menghipnotis ribuan warga Kulonprogo. “Cukup menggairahkan. Kami memang coba kolaborasikan antara wayang kulit, wayang orang, wayang golek, dan ketoprak. Pentas wayang tiga kelir ini baru pertama dihelat di Kulonprogo,” terang Rusmadi, Sutradara Pagelaran Wayang Kolosal, di sela kegiatan.
Rusmadi menambahkan, pagelaran kali ini hasil kerja sama Dinas Pariwisata, Pendidikan, Kebudayaan dan Pepadi Kulonprogo. “Hanya satu cerita yang diangkat dan dipadukan melalui adegan wayang kulit, wayang orang dan wayang golek. Yakni cerita Babat Alas Wonomarto,” ungkapnya.Pantauan Radar Jogja, pagelaran wayang kolosal itu dibuka dengan wayang kulit, dan pesat kembang api pembuka, kemudian disambung pentas ketoprak untuk melanjutkan cerita wayang kulit. “Bintang tamu Mbok Beruk dan Dalijo disandingkan dengan tokoh punokawan wayang orang di saat limbukan dan goro-goro. Pementasan kali ini didukung kurang lebih 60 seniman dan semua dari Kulonprogo,” papar Rusmadi. Ketua Umum FKY 2014 Kulonprogo Joko Mursito menjelaskan, secara keseluruhan seniman yang terlibat dalam festival kali ini sebanyak 4.000 orang. (tom/jko)