NGAGLIK – Banyak cara dilakukan para relawan untuk memenangkan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) idola pada pilpres 9 Juli mendatang. Salah satunya dilakukan Marthia Adelheida. Kader Partai Amanat Nasional itu merelakan warung Sirlo Steak miliknya di Jalan Kaliurang KM 13 disulap menjadi posko relawan tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Warung yang biasanya menjadi tempat nongkrong muda-mudi mendadak berubah menjadi area diskusi politik untuk memenangkan capres nomor urut satu itu. Di tempat itu pula Adel, begitu sapaan akrabnya, mengorganisir dan mengakomodasi warga menjadi relawan. Dinamakan Relawan Gama Praja alias Griya Aspirasi Masyarakat untuk Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Konsekuensi atas peran itu, warung steak tersebut tak beroperasi minimal sampai 5 Juli. Label dan lahan promosi warung pun disulap menjadi atribut kampanye Prabowo-Hatta. “Relawan itu butuh pengorbanan dan kerelaan. Itu yang ingin saya tekankan,” ujar Adel usai deklarasi Relawan Gama Praja, Rabu malam (18/6).
Caleg terpilih DPRD DIJ itu mengingatkan bahwa perjuangan untuk memenangkan capres beda dengan saat pemilu legislatif (pileg). Saat pileg, relawan bisa mengenalkan tokoh caleg secara langsung kepada publik dimanapun dan kapan saja. Sementara, calon presiden punya jangkauan lebih luas sehingga tak bisa selalu hadir bertatap muka langsung dengan masyarakat. Nah, itu menjadi tugas relawan. Untuk mengenalkan capres-cawapres dan visi misi mereka. Menurut Adel, relawan berbeda dengan tim sukses. “Relawan harus bisa meyakinkan pemikiran Prabowo-Hatta kepada masyarakat demi kemajuan bersama,” ujar Adel yang menjabat anggota Komisi B DPRD DIJ. (yog/din)