JOGJA – Gladi Posko I yang dilaksanakan Kodim 0734 Jogja telah usai. Pada program ini, personel TNI Angkatan Darat (AD) Kodim 0734 Jogja dilatih menghadapi segala hal seperti bencana alam. Antara lain, bencana banjir lahar dingin dan letusan Gunung Merapi. Latihan bertujuan agar personel TNI memiliki kesiapsiagaan saat ada bencana alam di wilayahnya.
“Dalam Gladi Posko I, komandan dan staf juga dilatih bagaimana melakukan hubungan komunikasi dengan pemda, Polri, dan LSM sesuai prosedur tetap (protap) yang ada,” kata Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI MS Fadhilah didampingi Komandan Kodim 0734 Jogja Letkol Infantri Ananta Wira di sela-sela acara penutupan Gladi Posko I di Makodim 0734 Jogja kemarin (19/6).Selama latihan gladi posko, para personel TNI menemukan berbagai hambatan. Seperti peralatan penanggulangan bencana yang harus mengikuti perkembangan teknologi dan perbaikian alat komunikasi. “Kendala yang muncul segera diperbaiki agar tidak menghambat tugas TNI kelak,” tambah Fadhilah.Saat disinggung mengenai daerah rawan konflik saat Pemilihan Presiden (Pilres) 2014, Fadhilah menegaskan TNI membuat pemetaan daerah rawan konflik pilpres. Baik rawan konflik saat kampanye, pemungutan suara, maupun penghitungan suara. “TNI siap membantu kepolisian. Kapan dibutuhkan, kami siap,” tegas Fadhilah.
Fadhilah mengajak seluruh tim pemenangan dan pendukung capres dan cawapres tidak memancing keributan. Begitu juga pada masyarakat, agar tidak mudah terpancing isu-isu yang tidak jelas kebenarannya. “Mari diciptakan pemilu yang aman dan damai. Jangan dibelok-belokan,” katanya.(mar/hes)