JOGJA – Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Jogjakarta berkomitmen terus melayani. Terutama saat terjadi bencana gempa.
Untuk menjaga kesiapan itu, manajemen rumah sakit ini menggelar simulasi gempa dengan melibatkan 200 peserta.
Direktur Utama RS Panti Rapih dr. Teddy Janong, M.Kes mengatakan, simulasi bencana gempa digelar pertama kali di Panti Rapih. Kegiatan yang digelar melibatkan seluruh pegawai.
“Dengan simulasi ini, kami menjadi seberapa siap pelayanan yang diberikan pada pasien. Kami akan melakukan evaluasi agar saat menghadapi bencana, pelayanan pada pasein bisa maksimal,” tegas Teddy, usai menggelar simulasi bencana di RS Panti Rapih, kemarin (6/4).
Menurut Teddy, penanganan serta pelayanan akan terus ditingkatkan guna meningkatkan mutu. Digelarnya simulasi bencana yang pertama menjadi tahapan evaluasi yang akan dilakukan RS Panti Rapih. Ia berharap, rumah sakit yang dipimpinnya akan lebih baik lagi.
Sementara itu, Humas RS Panti Rapih Sujarwa mengatakan, simulasi tersebut melibatkan 200 peserta, juga melibatkan pengamat. Nantinya, hasil dari simulasi tersebut bisa untuk bahan evaluasi. Ia berharap, ke depan rumah sakit ini akan lebih baik lagi dalam melayani masyarakat.
Ditambahkan Sujarwa, melihat koordinasi saat simulasi bencana, ia bisa memberi kesimpulan bahwa cukup berhasil. Simulasi juga memberi pemahaman pada perawat, dokter, petugas, dan manajemen RS Panti Rapih.
“Semua berjalan baik saat simulasi. Demikian juga dengan penanganan sudah sesuai aturan pelayanan. Untuk fasilitas cukup menunjang,” katanya.(hrp/hes)