· Persiba Hadapi Lawan yang FamiliarBANTUL-Pesiba Bantul mengawali petualangannya di Indonesian Super League (ISL) 2013 tidak dengan baik. Dari dua pertandingan yang sudah dilakoni, Wahyu Tri Nugroho (WTN) dkk baru mengoleksi satu angka saja.Yang menyakitkan, dalam laga kandang perdana menghadapi Persiram Raja Ampat awal Februari lalu, tim besutan Sajuri Said malah kalah 0-1. Kekalahan ini semakin memilukan karena diwarnai bentrok antara dua kelompok supporter.Tragedi tersebut memakan korban salah satu pengurus teras Paserbumi Jupita tewas akibat pukulan benda tumpul. Kasus tewasnya Jupita ini sempat membuat Persiba berfikir untuk tidak melanjutkan petualangan di ISL 2013. Tetapi nyatanya mereka tetap berangkat ke Surabaya untuk bertanding dengan dua klub klasik PSM Makassar dan Persebaya Surabaya.Adapun lawan yang mereka hadapi pertama adalah PSM.Berlaga di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya hari ini, Persiba memang tidak dibela dengan kekuatan penuh. Sebab, pilar di lini belakang Eduardo Bizarro dipastikan tidak turun lantaran sedang menderita flu dan diare.Namun, sejatinya pertandingan ini bisa dimanfaatkan Laskar Sultan Agung untuk mengemas kemenangan pertama di ISL. Sebab, meskipun memiliki materi pemain lebih baik, PSM belum menunjukkan peampilan menawan dalam tiga laga pertama. Bahkan saat berlaga di GBT, mereka sekali menderita kekalahan 0-2 kala menjamu Mitra Kukar.Pelatih Persiba Sajuri Said menyebut laga lawan PSM merupakan pertandingan antara dua tim yang agak sakit. Jika melihat dari konstelasi klasemen saat ini, PSM masih terdampar di posisi juru kunci Wilayah Timur sedangkan Persiba berada satu tingkat di atasnya.”PSM ini kan juga sedang sakit. Jadi ini adalah kesempatan kami untuk bisa mencuri poin lah minimal. Syukur-syukur bisa menang karena kami memang butuh banyak poin demi menjauhi zona degradasi,” katanya.Lebih lanjut, kata Sajuri PSM adalah tim yang cukup familiar untuk The Reds. Ya, baik Persiba maupun PSM sama-sama mengarungi kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim lalu. Dari tiga pertandingan yang dilakoni, PSM sekali seri dan kalah dua kali.Namun kekalahan tersebut seluruhnya terjadi di markas asli tim Juku Eja Stadion Gelora Andi Matalatta, Makassar. Karena saat ini bermain di Surabaya, tentunya keadaan bakal berbeda.”Tentunya berbeda pertandingan tandang lawan PSM di IPL dulu dengan yang sekarang. Dulu kami bermain di Makassar. Sekarang kan main di Surabaya. Tekanan dari suporter tuan rumah tentu tidak akan terlalu beras.,” terangnya.Terpisah, penyerang Persiba Emile Mbamba bertekad untuk bisa menebus penampilan buruknya dalam laga menghadapi Persiram. Saat menghadapi Persiram Mbamba memang terlihat masih mandul. Karena itulah ia ingin menjadikan gawang PSM sebagai pelampiasan. “Saya punya tekad mencetak gol di laga ini. Di debut melawan Persiram saya belum terlalu beradaptasi sehingga gagal membuat gol,” sergahnya.Di pihak lain, Rudy Keltjes yang baru menggantikan posisi Jorg Peter Steinebrunner di kursi pelatih PSM mengaku buta kekuatan Persiba. Terlebih lagi di musim ini Persiba sudah tak lagi diperkuat ikon-ikon mereka seperti Ezequiel Gonzales dan Slamet Nurcahyo (SNC).Rudy sendiri mengaku laga ini bisa jadi berat untuknya karena ini adalah debutnya menangani PSM. (nes/din)